mereka jalankan dengan dedikasi dan pengabdian yang penuh. Selaku uskup saya boleh memberikan kesaksian sederhana, yaitu bahwa para Pastor termasuk sang yubilaris menjadi rekan kerja yang baik, kritis tetapi juga yang terbuka. Mereka adalah gembala umat yang ikut merasakan nasib umatnya dan memiliki disponibilitas yang tinggi, artinya rela ditempatkan di mana pun.
Sebagaimana dilukiskan di dalam buku ini, tempat dan pelayanan yang sudah dijalankan oleh Pastor Ridwan seluruhnya dijalankan di Keuskupan Bogor. Dalam kapasitas sebagai uskup dan saksi mata boleh saya katakan bahwa umat Keuskupan Bogor selalu rela menerima imam-imamnya, dan Pastor-Pastor di Keuskupan Bogor pun rela bekerja bagi umat. Refleksi tahun imamat mengajak kita untuk belajar dari masa lalu, yang sudah lalu biarlah berlalu dan berfikir ke depan secara positif. Tahun imamat adalah tahun pembaharuan untuk kita para imam, dan itu pula yang ingin direkam oleh Pastor Ridwan dalam buku perjalanan imamat ini.
Saya mengucapkan Profisiat, maju terus, ladang Tuhan menantikan anda, dan jadilah “gembala yang baik”. Moga-moga Tuhan menyertai perjalanan imamatmu selanjutnya.
Diberikan di Bogor, 16 November 2009
Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM
Uskup Bogor
0 komentar:
Poskan Komentar